Blogger templates

Senin, 28 Oktober 2013

Polusi

                                                  POLUSI
Masuknya makhluk hidup, zat, energi, atau komponen lain (polutan) ke dalam lingkungan yang menyebabkan perubahan tatanan lingkungan, Dikatakan polutan apabila :
  • Jumlahnya melebihi batas normal
  • Berada pada tempat yg tdk smestinya
  • Berada pada waktu yg tdk tepat
Macam Polusi pd lingkungan kerja
  1. Polusi tanah
  2. Polusi air
  3. Polusi udara
  4. Polusi suara
  5. Polusi tanah
A. Polusi Tanah
Masuknya zat atau bahan ke dalam tanah sehingga konsentrasi suatu zat/unsur hara menjadi racun bagi tanaman dan biota tanah,
Sumber pencemaran tanah:
  • Pupuk organik yg berlebihan
  • Pestisida, insektisida, fungisida akan memutus rantai makanan
  • Deterjen dan sabun sukar diuraikan oleh organisme
  • Sampah padat(Garbage, Rubbish, Ashes, Street cleaning, dean animal, abondoned vehicle, industrial waste, demolition waste, hazardaous waste, water treatment residu)
Macam sampah padat
  1. Garbage : sampah basah berasal dr pengolahan makanan (dapur, restoran, café, pasar)
  2. Rubbish : sampah kering mudah terbakar, kayu, kertas, plastik, kain
  3. Ashes : sampah pembakaran. Debu/abu
  4. Street cleaning : sampah jalanan,, ranting, daun
  5. dead animal : bangkai hewan
  6. abondoned vehicle : rongsokan kendaraan.. Ban, jok, mobil
  7. industrial waste : buangan industri..kabel..benang
  8. demolition waste : sampah bangunan.. Puing, potongan keramik, genting
  9. hazardaous waste : sampah berbahaya..(B3)alat suntik, botol ampul obat
  10. Water treatment residu : sampah perusahaan air.. Kaleng bekas air mineral
B. Polusi Air
Air permukaan dan air sumur umumnya mengandung zat-zat yang terlarut, seperti Na, Mg, Ca, dan Fe tidak murni H2O. Air yang tidak tercemar tidak selalu merupakan air murni, tetapi merupakan air yang tidak mengandung bahan-bahan asing tertentu yang melebihi batas yang telah ditentukan, sehingga air tersebut dapat digunakan untuk air minum, mandi, pengairan tanaman, dan keperluan industri. Adanya bahan-bahan asing yang mengakibatkan air itu tidak dapat digunakan sesuai peruntukannya secara normal disebut polusi air. Masuknya zat yang berasal dari limbah rumah tangga, industri, pertanian, peternakan dsb sehingga dapat mengakibatkan perubahan sifat air, baik warna, kekeruhan, pH, suhu, bau dan rasa yang akan mempengaruhi kehidupan organisme yang hidup di dalamnya dan juga terhadap manusia
Air menurut kegunaan dibedakan menjadi 4 golongan

  • Golongan A adalah air yang dapat digunakan untuk air minum secara langsung tanpa harus diolah terlebih dahulu (mata air)
  • Golongan B adalah air yang dapat digunakan sebagai air baku untuk diolah sebagai air minum dan keperluan rumah tangga (air ledeng)
  • Golongan C adalah air yang dapat digunakan untuk pertanian dan peternakan (air sungai)
  • Golongan D adalah air yang dapat digunakan untuk keperluan pertanian, dapat dimanfaatkan untuk industri, dan pembangkit listrik tenaga air (waduk/sungai aliran deras)
Indikator polusi air
  1. Adanya perubahan suhu air 
  2. Adanya perubahan pH(power hydrogen)
  3. Adanya perubahan warna, bau, rasa
  4. Timbulnya endapan, koloid, bahan pelarut
  5. Adanya mikroorganisme
  6. Meningkatnya radioaktifitas di lingkungan
Adanya perubahan suhu air 
Air yang panas akan menurunkan jumlah oksigen yang terlarut dalam air dan meningkatkan kecepatan reaksi kimia. Karena jumlah oksigen yang terlarut kurang dalam air akan mempengaruhi kehidupan hewan air seperti ikan, udang, dan siput jika batas suhu yang mematikan terlampaui, hewan-hewan air ini mungkin akan mati

Perubahan pH atau Derajat Keasaman
Air yang kesadahannya terlalu tinggi akan menimbulkan korosi pada alat-alat yang terbuat dari besi, menyebabkan sabun kurang berbusa, dan menimbulkan kerak di wadah-wadah untuk pemanasan air. Air sadah adalah air yang banyak mengandung ion-ion Ca dan Mg , pH antara 6,5 sampai 7,5. Adanya perubahan warna, bau, rasa, Air yang mengandung zat besi (Fe) dalam jumlah yang cukup tinggi umumnya berwarna coklat kemerahan Air yang berwarna hijau mengandung ganggang hijau atau tercemar oleh zat warna tekstil yang berwarna hijau. Timbulnya bau pada air di lingkungan mutlak digunakan sebagai indikator terjadinya  polusi air yang tinggi

Adanya Endapan, Koloid, dan Busa
Endapan sebelum mengendap di dasar perairan akan melayang-layang di dalam air bersama dengan koloid, hal ini akan menghalangi masuknya sinar matahari ke dalam lapisan air.

Adanya Endapan, Koloid, dan Busa
Endapan sebelum mengendap di dasar perairan akan melayang-layang di dalam air bersama dengan koloid, hal ini akan menghalangi masuknya sinar matahari ke dalam lapisan air

Adanya Mikroorganisme
Bakteri patogen yang sering ditemukan di dalam air

  1. Vibrio cholera penyebab penyakit kolera
  2. Shigella dysenterie penyebab penyakit disentri
  3. Salmonella typhosa penyebab penyakit tifus
  4. Entamoeba histolytica penyebab disentri amuba
  5. Shigella dysentriae
  6. Vibrio cholera
  7. Salmonella typhosa
  8. Entamoeba histolytica

Peningkatan Radioaktivitas di Badan Air 
Pembakaran batu bara merupakan salah satu sumber yang dapat menaikkan radioaktivitas di lingkungan (kedokteran, farmasi, pertanian, dan pertambangan). Untuk mendeteksi radioaktivitas air dapat digunakan alat Geiger Counter. Pelaksanaan penggunakan bahan radioaktifitas di awasi oleh BATAN (Badan Tenaga Atom Nasional).

Sumber : http://pusat-sekolah.blogspot.com/2013/10/materi-ipa-polusi-tanah-dan-air.html#ixzz2j49wILNe

0 komentar:

Poskan Komentar